Memberi itu indah



Banyak orang yang beranggapan bahwa jika kita memberi sesuatu (harta, ilmu pengetahuan, dan pemikiran) kepada orang atau kelompok lain yang tidak secara langsung mendapatkan balasan atau upahnya, merupakan sesuatu yang sia-sia yang tidak boleh dilakukan. Teori kerja dengan imbalan yang bersifat material atau ibadah yang hanya dikaitkan dengan balasan pahala semata itu begitu mendominasi sebagian besar umat kita.

Karenanya, tidak jarang orang yang memiliki sifat bakhil atau kikir dan sama sekali tidak mau memberi, kecuali dengan imbalan dan upah yang jelas yang terukur dan terstruktur. Padahal, memberi itu sesungguhnya adalah suatu kenikmatan dan keindahan yang luar biasa yang secara langsung akan kita rasakan manfaatnya.

Dalam sebuah hadis riwayat Imam Turmudzi, Rasulullah SAW bersabda, ''Pemurah itu akan dekat dengan Allah [rahmat-Nya], dekat dengan sesama manusia [cinta dan kasih sayangnya], dengan surga [nikmatnya], dan jauh dari neraka [adzanya]. Sebaliknya, orang yang bakhil akan jauh dari Allah, jauh dari sesama manusia, jauh dari surga, tetapi dekat dengan neraka.''

Muzaki (orang yang berzakat) yang mengeluarkan zakat hartanya dengan kesadaran dan keikhlasan yang penuh akan mendapatkan kebersihan, kesucian, dan ketenangan jiwa (QS 9:103). Ia akan diberi kemudahan oleh Allah SWT dalam mengatasi berbagai problem hidup dan kehidupannya (QS 70: 19-25). Sementara itu, hartanya akan terus berkembang dan bertambah dari waktu ke waktu (QS 30:39).

Dalam sebuah hadis sahih riwayat Ibn Abiddunya, Rasulullah SAW bersabda, ''Sedekah itu tidak akan menyebabkan sesuatu pada harta, kecuali hanya akan memperbanyaknya. Karena itu, bersedekahlah kamu sekalian, pasti Allah akan mencurahkan rahmat-Nya.'' Dalam sebuah hadis yang lain riwayat Ibn Majah, Rasulullah SAW bersabda, ''Iri dan dengki itu akan menghabiskan segala kebaikan yang kita lakukan sebagaimana api menghanguskan kayu bakar. Sedekah akan menghapuskan segala kesalahan sebagaimana air memadamkan api. Shalat itu adalah cahayanya orang mukmin dan puasa itu penghalang mukmin dari azab neraka.''

Orang yang suka berzakat dan bersedekah (berinfak) akan memiliki etos kerja dan usaha yang kuat yang menyebabkan ia akan berusaha dengan semaksimal mungkin untuk mendapatkan rezeki yang halal yang sebagiannya akan diberikan kepada mereka yang membutuhkan dan berhak menerimanya. Mari kita tumbuhkan kecintaan untuk memberi dan memberi. Insya Allah kita akan menjadi orang kaya, baik material maupun spiritual.

Sumber: Republika

Artikel Terkait

Ditulis Oleh : Halim Regar~ Blogger-Paluta

Halim Regar Sobat sedang membaca artikel tentang Memberi itu indah. Oleh Admin, Sobat diperbolehkan mengcopy paste atau menyebar-luaskan artikel ini, namun jangan lupa untuk meletakkan link dibawah ini sebagai sumbernya

:: Get this widget ! ::

0 komentar:

Gambar Komentar

Silahkan tinggalkan komentar sobat dan dapatkan backlink satu arah langsung ke blog sobat dengan widget top komentator yang saya pasang di sidebar blog ini. Caranya dengan menjadi pemberi komentar terbanyak di blog ini, tapi mohon jangan Nyepam ya..! Komentar dengan menyertakan LINK / ANCHOR TEXT atau promosi produk tertentu akan saya hapus karena blog ini bukan tempat untuk mempromosikan produk yang dijual di blog anda.

 
Copyright © 2011 Memberi | Powered by Blogger
Design by Halim Regar |